Jumat, 25 Januari 2013

i love earth! styrofoam? No! BIG NO!!


 Styrofoam. tak sebagus warnanya!
kotak putih ini digunakan sebagai pembungkus makanan.bersifat kedap air, dan tak mudah bocor. Bentuknya lunak dan tebal. panas makanan tak mudah merambat keluar. Hingga styrofoam merupakan perangkat tak terpisahkan bagi pedagang dan konsumen.

Styrofoam merupakan wujuf lain dari plastik. nama lainnya, polystiren.
Polystiren adalah monomer yang dibuat dari styrene. Susunan styrene yaitu C6H5-CH=CH2.
Agar styrena tidak cepat rapuh maka dicampur dengan seng dan senyawa botadine sehingga warna mwnjadi putih susu. Untuk kelenturanya polystirene ditambahkan zat plasticier seperti dioktilptalat ( DOP ), butil hidroksi toluena atau n- butil stearat, plastik busa yang menjadi struktur sel sel kecil merupakan hasil proses peniupan dengan menggunakan gas chloro, fluoro karbon (CFC).hasilnya adalah bentuk yang seperti kita gunakan pada saat ini. 
Sementara itu, CFC sebagai bahan peniup pada pembuatan styrofoammerupakan gas yang tidak beracun dan mudah terbakar serta sangat stabil. Begitu stabilnya, gas ini baru bisa terurai sekitar 65-130 tahun!

Pernah terbayang, zat-zat itu akan ikut masuk ke perut kita?
dampaknya pada tubuh kita adalah :
-gangguan pada sistem saraf pusat (pusing kepala, depresi, letih)
-berkurangnya daya ingat dan pendengaran
-insomnia
-berkurangnya sistem imun tubuh hingga dapat menyebabkan infeksi.
-pada wanita, berakibat buruk pada siklus menstruasi dan dapat mengancam kehamilan.
-menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.

Styrofoam--atau gabus, tak hanya dipakai sebagai bahan pembungkus makanan saja. gabus juga sering digunakan untuk mading, dekorasi ruangan atau buat furniture akting.
Beberapa sampah styrofoam yang menggunung di sungai, mungkin styrofoam juga salah satu penyebab banjir dimana-mana, sifatnya yang sulit terurai membuat kita juga sulit untuk mengambil keputusan bagaimana membuangnya.Styrofoam juga bandel. saking ringannya, bertebaran dimana-mana.

Hingga saat ini, belum ditemukan solusi bagaimana cara mengolah sampah ini.
tapi, kita bisa mengurangi penggunaanya.
ayo kita selamatkan bumi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar